Merawat Laptop

Pengguna laptop atau notebook di Indonesia saat ini sudah semakin banyak, seiring dengan semakin terjangkaunya harga laptop di pasaran. Di balik itu semua, masih banyak orang yang sering melakukan kesalahan dalam merawat laptopnya, sehingga laptop sering cepat rusak. Melalui tulisan sederhana kali ini akan disajikan berbagai tips sederhana dalam merawat dan menghindarkan laptop Anda dari kerusakan dini. Ini akan berguna dalam menambah umur laptop Anda.
- Jangan sembarangan mendownload software gratis dari internet.
Terlebih lagi misalnya software yang seolah-olah sebagai suatu antivirus. Gunakan software-software yang telah Anda dapatkan dari paket laptop yang Anda beli. Risiko virus bisa merusak ke dalam laptop Anda jika Anda sembarangan menggunakan software dari internet. Jika Anda tetap ingin menggunakan software hasil download, maka pastikan sudah Anda scan software tersebut dengan antivirus yang Anda miliki. - Jangan letakkan laptop di lantai.
Ketika laptop Anda di lantai, maka risiko laptop terinjak kaki orang, anak Anda, atau binatang peliharaan akan sangat besar. Anak kecil akan mengira laptop Anda mainan dan binatang peliharaan Anda bisa saja merusak bagian-bagian tertentu dari laptop. Selain itu laptop yang diletakkan di lantai akan cepat kotor oleh debu. - Tancapkan ke stabilizer listrik laptop Anda.
Jika Anda sedang bekerja di laptop dengan menggunakan listrik (tanpa baterai), maka sebaiknya gunakan stabilizer yang bisa mencegah terjadinya tegangan listrik yang tidak stabil ke laptop Anda. - Jangan letakkan benda apapun di antara keyboard dan layar laptop.
Seringkali penulis jumpai seseorang yang menggunakan laptop, kemudian meletakkan kertas-kertas di atas keyboard laptop, kemudian menutup laptopnya. Hal ini sangat berbahaya, karena risiko layar tergores menjadi besar. Tentunya Anda tidak ingin mengganti layar laptop gara-gara tergores bukan? - Jangan letakkan laptop Anda pada permukaan yang terlalu empuk.
Misalnya laptop Anda letakkan pada sofa yang sangat empuk, sehingga laptop menjadi terlihat agak tenggelam di dalam sofa. Ini adalah sangat berbahaya, karena dapat menghambat keluarnya panas dari dalam laptop dan menjadikan laptop Anda kepanasan. - Berhati-hatilah ketika membawa laptop Anda di dalam tas.
Jangan gunakan sembarang tas untuk membawa laptop Anda. Gunakan tas yang memang digunakan untuk laptop sehingga benda-benda lainnya tidak akan menggores bagian-bagian tertentu pada laptop. - Jangan pernah minum atau makan atau meletakkan minuman yang mengandung cairan di sekitar laptop.
Ini sangatlah berbahaya, karena laptop sangat peka terhadap cairan yang mengenai laptop, misalnya saja cairan yang masuk ke dalam keyboard. - Jangan pernah berusaha untuk membongkar laptop Anda sendiri.
Ini merupakan tindakan yang sangat tidak bijaksana. Laptop bukanlah seperti radio atau tape recorder biasa. Banyak bagian-bagian yang sangat kecil yang dari pabriknya saja sudah dirakit dengan menggunakan presisi robot. Jika Anda ceroboh, maka laptop Anda bisa rusak parah. Bawalah selalu laptop yang rusak ke dealer atau service center dari laptop Anda.
<!– –>
Virus Komputer
1).Virus Brontok
Sebenarnya virus Brontok sudah berkembang dan dirilis berkali-kali. Penulis tidak ingat virus Brontok yang diujicoba ketika tulisan ini dibuat versi berapa. Yang jelas ciri-ciri dan cara kerja virus yang diujicoba ini dijelaskan berikut ini.
a. Ciri-ciri
· Menggunakan ekstensi EXE, COM, PIF, SCR untuk duplikasi virus
· Ukuran file 45KB (45.344 byte)
· Dibuat tanggal 16 Januari 2006, jam 09:10
· Memperlambat komputer
· Menghilangkan menu Folder Options
· Memanipulasi setting Folder Options sehingga file hidden tidak ditampilkan
· Menyembunyikan ekstensi file pada Windows Explorer
· Membuat file EMPTY.PIF (duplikat virus) di Start ® Programs ® StartUp
· Restart komputer jika user mencoba menjalankan program-program: REGEDIT.EXE, CMD.EXE (Command Prompt),
· Membuat jadwal periodik (Scheduled Task) bernama At1 dan At2, lihat di Control Panel ® Scheduled Tasks
· Membuat duplikasi virus:
Banyak file duplikasi yang namanya diacak dengan nama-nama seperti: br6657on.exe, csrss.exe, inetinfo.exe, lsass.exe, services.exe, smss.exe, svchost.exe, winlogon.exe, 11496-NendangBro.com, Empty.pif, DXBLAK.exe, cmd-bro-nmx.exe.
o File screen saver (.SCR) di folder C:\Windows\System32 dengan nama misalnya “kecrut’s Settings.SCR”, di mana kecrut adalah nama user yang terdaftar dalam User Accounts (Control Panel ® User Accounts)
o EMPTY.PIF di Start ® Programs ® StartUp
o Di Folder C:\Windows\ShellNew
· Dibuat menggunakan program Visual Basic 6.0
· Virus tetap bekerja di Safe Mode
b. Cara Mengatasinya
· Catat ukuran dan tanggal file virus yang sudah menular di berbagai folder. Jika tidak ketemu, klik kanan file EMPTY.PIF di Start ® Programs ® Startup, klik Properties, lihat ukuran dan tanggalnya.
· Booting ulang menggunakan StartUp Disk Windows 98 (walah… harus buat StartUp 9 ![]()
· Setelah berhasil masuk ke Command Prompt 98:
o Masuk ke folder Windows (C:\Windows), cari file .EXE yang ukuran dan tanggalnya sama dengan file virusnya. File ini hidden, gunakan perintah “DIR *.EXE /A”.
o Non-aktifkan atribut hidden pada file tersebut, kemudian ubah ekstensi file tersebut menjadi ekstensi lain misalnya “.DEL”. Jika file ini ternyata bukan file virus, nanti bisa dikembalikan ke nama aslinya.
(Misal nama filenya “SEMBAK~1.EXE” ![]()
ATTRIB –R –H –S SEMBAK~1.EXE
REN SEMBAK~1.EXE SEMBAK~1.DEL
o Masuk ke folder C:\Documents and Settings, ubah semua folder yang namanya sama dengan nama-nama user yang terdaftar dalam User Accounts. Nama yang panjang biasanya terpotong menjadi enam karakter ditambah karakter “~” dan karakter angka, misal “Soepardjono” akan menjadi “SOEPAR~1”. Jika nama folder mengandung titik, folder tersebut akan memiliki ekstensi. Gunakan perintah “DIR /AD” untuk melihat nama-nama folder di dalamnya.
Contoh:
C:\WINDOWS>CD ..
C:\>CD DOCUME~1 atau CD “Documents and Settings”
C:\DOCUME~1>DIR /AD
(Daftar nama folder ditampilkan)
C:\DOCUME~1>REN SOEPAR~1 SUPAR
C:\DOCUME~1>REN MASYUS~1.YES MASYUS.TOK
o Masuk ke folder C:\Windows\ShellNew, ubah ekstensi file .EXE yang tanggal dan ukurannya sama dengan tanggal dan ukuran file virus. File ini hidden, gunakan perintah “DIR *.*/A”. Sebelum dihapus, atribut hidden-nya harus dinonaktifkan dulu:
(Misal nama filenya bbm-ypmmngnc.exe)
ATTRIB –R –H –S BBM-Y~1.EXE
REN BBM-Y~1.EXE BBM-Y~1.DEL
o Keluarkan disket startup dari floppy drive, kemudian restart.
o Jika langkah-langkah di atas berhasil, setelah booting akan muncul pesan “Windows cannot find … ” diikuti nama salah satu virus yang ngendon di sistem.
o Hapus At1 dan At2 di Control Panel ® Scheduled Tasks. Dua file ini adalah file penjadwal aktifnya virus.
o Jalankan Windows Explorer. Klik menu View ® Details supaya Windows Explorer menampilkan atribut file secara detail (nama, ukuran, ekstensi, tipe).
Sampai di sini, Folder Options di Windows Explorer sudah muncul, CMD.EXE (Command Prompt) sudah dapat dijalankan, REGEDIT juga sudah dapat dijalankan.
o Klik Tools ® Folder Options, kemudian lakukan konfigurasi berikut:
§ Aktifkan “Show hidden files and folders” supaya file hidden tetap terlihat.
§ Non-aktifkan “Hide extensions for known file types” supaya ekstensi setiap file ditampilkan.
§ Non-aktifkan “Hide protected operating system files (Recommended)” supaya file C:\AUTOEXEC.BAT dapat dilihat.
§ Klik tombol “Apply to All Folders”, supaya setting di atas diberlakukan untuk setiap folder, bukan hanya untuk folder yang sekarang dibuka.
o Saatnya mencari sisa-sisa file virus yang masih ada di sistem
Gunakan fasilitas Search, dan pada kategori pilihan More advanced options, aktifkan pilihan Search system folders, Search hidden files and folders, dan Search subfolders.
§ Mulai mencari dari folder yang namanya sama dengan nama-nama user di dalam folder C:\Documents and Settings:
· Masukkan kata kunci pencarian nama file: “*.EXE”, kemudian klik Search.
· Tunggu hingga proses search selesai! Kemudian urutkan hasil pencarian berdasarkan ukuran (View ® Arrange Icons by ® Size), atau klik kolom “Size” pada tampilan daftar file. Dengan cara ini semua file yang sama ukurannya akan mengelompok.
· Jika terdapat file yang tidak diragukan lagi sebagai virus, hapus saja. Perhatikan ikon, ukuran dan tanggalnya.
· Ulangi lagi langkah pencarian dari awal, tetapi menggunakan kata kunci “*.COM”, kemudian “*.PIF”, dan “*.SCR”.
§ Lakukan juga pencarian di folder C:\Windows.
o Klik kanan file C:\AUTOEXEC.BAT, kemudian klik Edit. Hapus baris pertama yang bertulisan “PAUSE”, kemudian simpan kembali.
o Jalankan REGEDIT, kemudian lakukan langkah-langkah berikut:
§ Masuk ke key Run
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Jika terdapat value yang datanya menunjuk ke file-file virus, hapus value tersebut. Jika tidak yakin value tersebut dibuat oleh virus, sebaiknya data tersebut diekspor dulu dengan mengklik menu File ® Export… . Jika ternyata value tersebut ternyata bukan buatan virus, nanti file hasil ekspor tinggal diklik dua kali untuk mengembalikan seperti semula.
Cari juga value serupa di key Run di lokasi-lokasi lain. Jika tidak tahu lokasi lain untuk key Run, gunakan fasilitas Find (Edit ® Find…) untuk mencari key “Run”.
Contoh value yang mesti dihapus:
o Value bernama Bron-Spizaetus, datanya kosong (tidak ada datanya).
o Value bernama Bron-Spizaetus, yang berisi data “C:\WINDOWS\ShellNew\bbm-ypmmngnc.exe”
§ Masuk ke key Winlogon
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon
o Jika terdapat value Shell yang datanya “Explorer.exe” diikuti nama file virus (contoh: Explorer.exe “C:\WINDOWS\sembako-cnzjmng.exe”), ubah sehingga datanya hanya “Explorer.exe” saja.
o Virus jenis lain mungkin akan mengubah data untuk value Userinit. Biasanya value ini berisi data “C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,”.
o Sampai di sini, jika berhasil, sistem sudah bersih dari virus. Meskipun versi lain mungkin menambahkan strategi baru. Di folder-folder selain folder sistem (mungkin juga di drive lain), kemungkinan masih ada duplikasi virus, tetapi tidak aktif. Cari semua file .EXE dan hapus semua yang diyakini sebagai virus (perhatikan ciri-cirinya!). Mungkin juga perkembangan ke depan virus ini menular dengan ekstensi .SCR, .COM, .PIF.
o Restart ulang. Jika proses selanjutnya kembali normal berarti proses pembersihan virus berhasil.
§ Folder-folder di C:\Documents and Settings yang tadinya di-rename, mungkin masih menyimpan data-data dokumen penting. Cari folder dokumen di dalamnya (biasanya setiap user dibuatkan satu folder dokumen) dan selamatkan data-data di dalamnya. Di folder ini akan muncul nama-nama folder baru untuk menyimpan setting dan data masing-masing user. Pindahkan data-data tersebut di folder user yang baru ini.
§ File-file yang ekstensinya telah diubah (menjadi *.DEL) dapat dihapus jika proses pembersihan berhasil.
2. Virus d2/dkernel/decoil daun
3. Virus SVCHOST?
Virus SVCHOST (saya tidak tahu di anti virus diberi nama apa) saya jumpai pertama kali tanggal 26 Agustus 2006. Virus yang saya temukan adalah versi 11.0.5604 (berdasarkan informasi File Version pada Properties).
a. Ciri-ciri:
· Ekstensi yang digunakan: EXE, SCR
· Ukuran file virus asli (.EXE) 46KB (46.592 byte)
· Ukuran file virus infeksi (.SCR) tidak tentu.
· Tanggal dibuat: tidak diketahui.
· Ikon file dokumen berekstensi .DOC berubah menjadi ikon file .DOC Microsoft Word 2003. Mungkin ciri-ciri ini hanya bisa diketahui jika Microsoft Word yang digunakan mempunyai library ikon yang berbeda (beda versi, misalnya). Komputer saya menggunakan Microsoft Word 2000 (untung pake versi lama
).
· Menyembunyikan ekstensi file dan menyembunyikan file OS yang dilindungi pada Windows Explorer.
· Setting Folder Options untuk pilihan Hide extensions for known file types dan Hide protected operating system files (Recommended) tidak berfungsi.
· Ketika virus ini berjalan, hasil print sedikit aneh: ukuran font sedikit lebih lebar dan kadang-kadang ada yang menumpuk.
b. Cara Mengatasinya
· Bunuh proses virus (SVCHOST) beserta proses cabangnya.
Hati-hati dalam memilih proses mana yang akan dibunuh, karena nama prosesnya sama dengan nama proses sistem. Jika salah bunuh proses, sistem mungkin akan shutdown sendiri dengan pemberitahuan dan hitungan mundur sebelumnya.
Untuk menghindari salah bunuh proses, gunakan “TASKLIST” untuk melihat daftar proses dan “TASKKILL” untuk membunuh proses virus melalui Command Prompt.
C:\>TASKLIST
Image Name PID Session Name Session# Mem Usage
========================= ====== ================ ======== ============
System Idle Process 0 Console 0 16 K
System 4 Console 0 52 K
SMSS.EXE 448 Console 0 200 K
CSRSS.EXE 500 Console 0 2.024 K
WINLOGON.EXE 524 Console 0 1.328 K
SERVICES.EXE 568 Console 0 2.400 K
LSASS.EXE 580 Console 0 1.384 K
SVCHOST.EXE 728 Console 0 2.960 K
SVCHOST.EXE 776 Console 0 1.776 K
SVCHOST.EXE 868 Console 0 11.204 K
SVCHOST.EXE 960 Console 0 1.216 K
SVCHOST.EXE 996 Console 0 1.796 K
SVCHOST.exe 1196 Console 0 2.416 K
SPOOLSV.EXE 1288 Console 0 2.980 K
SVCHOST.EXE 1324 Console 0 2.164 K
SPOOLSV.EXE 1356 Console 0 2.504 K
Explorer.exe 1476 Console 0 14.452 K
qttask.exe 1560 Console 0 740 K
avgcc.exe 1584 Console 0 5.352 K
ctfmon.exe 1604 Console 0 1.288 K
avgamsvr.exe 1660 Console 0 3.140 K
avgupsvc.exe 1728 Console 0 1.128 K
avgemc.exe 1764 Console 0 3.432 K
alg.exe 1672 Console 0 2.288 K
NOTEPAD.EXE 1096 Console 0 3.132 K
wuauclt.exe 1600 Console 0 6.316 K
wuauclt.exe 468 Console 0 4.764 K
cmd.exe 1872 Console 0 2.356 K
tasklist.exe 1896 Console 0 3.948 K
wmiprvse.exe 660 Console 0 5.232 K
Untuk memilih proses virus, gunakan dua pertimbangan berikut: 1) pilih proses yang berbeda dari yang lain, 2) pilih proses yang mempunyai PID relatif besar dibandingkan dengan proses-proses yang lain. Pada contoh ini, SVCHOST.exe (bukan SVCHOST.EXE) yang memiliki PID 1196 memenuhi kedua kriteria di atas.
C:\>taskkill /f /t /pid 1196
SUCCESS: The process with PID 1324 child of PID 1196 has been terminated.
SUCCESS: The process with PID 1356 child of PID 1196 has been terminated.
SUCCESS: The process with PID 1196 child of PID 524 has been terminated.
· Pulihkan registry menggunakan REGEDIT
Virus ini tidak menonaktifkan REGEDIT, sehingga program REGEDIT tetap dapat dijalankan.
Masuk ke key
HKEY_CLASSES_ROOT\scrfile
Ubah data string untuk value (Default) dari “Microsoft Word Document” menjadi “Screen Saver”.
Masuk ke key
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon
Ubah data string untuk value Userinit dari “C:\recycled\SVCHOST.exe,” menjadi “C:\Windows\System32\Userinit.exe,”.
Masuk ke key
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden
Ubah data dword untuk value UncheckedValue dari 0 menjadi 1.
Masuk ke key
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\HideFileExt
Ubah data dword untuk value UncheckedValue dari 1 menjadi 0.
Masuk ke key
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon
Ubah data string untuk value Shell dari “Explorer.exe “C:\recycled\SVCHOST.exe”” menjadi “Explorer.exe” saja.
· Hapus/ubah ekstensi file virus melalui Command Prompt
File virus terdiri atas empat file di folder C:\Recycled, masing-masing adalah CTFMON.EXE, SMSS.EXE, SPOOLSV.EXE dan SVCHOST.EXE. Hapus keempat file ini atau ubah ekstensinya, misalnya menjadi “.DEL”, melalui Command Prompt.
C:\>CD RECYCLED
C:\RECYCLED>REN *.EXE *.DEL
· Restart ulang
· Hapus file-file yang menginfeksi di folder data/drive lain
Gunakan fasilitas Search untuk mencari file .SCR di folder data atau di drive lain. Jika ikonnya menggunakan ikon file dokumen (Word 2003), hapus saja.
Jika ingin menganalisis file virus lebih lanjut, lihat empat file virus yang berada di folder C:\Recycled. File ini tidak bisa langsung dilihat menggunakan Windows Explorer. Untuk dapat mengambil file-file virus yang asli, kopilah folder C:\Recycled ke folder/drive lain, nonaktifkan atribut read only, hidden, dan system pada folder tersebut melalui Command Prompt, kemudian ubah nama folder hasil kopian melalui Command Prompt. (yk, 070906–mr.
orche!)
Mengatasi virus piglet
Mungkin cara ini lebih asyik kita gunakan karena lebih cepet dan lebih dapat langsung kita temukan virus ini trus kita basmi virus ini. Waktu ituvirus ini sempat menyerang PC yang aku pakai dan aku coba beberapa software Anti Virus tetapi kenapa masih ada virus ini kenapa tidak hilang – hilang aku tiap hari BT banget, trus aku coba berdiam diri sejenak sambil menikmati sebatang rokok dan mencari image. Setelah itu aku mencoba utak atik sedikit dan ada beberapa langkah yang aku ambil untuk membasmi virus ini, beberapa langkah ini sudah aku jalanin dan hasilnya cukup memuaskan. langkah – langkah yang akuambil adalah sebagai berikut :
1. Putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.
2. Matikan fitur Autorun pada Drive Anda. Hal ini dilakukan agar virus ini tidak aktif ketika user mengakses ke setiap Drive atau Flash Disk.
3. Matikan proses virus yang aktif di memori. Untuk mematikan proses virus tersebut Anda dapat menggunakan tools pengganti Task Manager seperti Currprocess, kemudian matikan proses dengan nama Notepad.scr dengan icon antivirus AVG.
4. Hapus string registry yang sudah dibuat oleh virus. Untuk mempermudah proses Repair registry dengan menyalin script berikut pada program notepad kemdian simpan dengan nama Repair.inf, jalankan file tersebut dengan cara:
* Klik kanan Repair.inf
* Klik Install
5. Hapus file induk yang sudah dibuat oleh virus dengan terlebih dahulu menampilkan
file yang disembunyikan. Kemudian hapus file berikut :
* C:\msvbvm60.dll [Disetiap Drive/Flash Disk]
* C:\Desktop.ini [Disetiap Drive/Flash Disk]
* C:\AVG_update_2007.exe [Disetiap Drive]
* C:\AVG 2007.exe [Disetiap Drive/Flash Disk]
* C:\Autorun.inf [Disetiap Drive/Flash Disk]
* C:\update [Disetiap Drive/Flash Disk
* Folder.htt
* C:\Windows\msvbvm60.dll
* C:\windows\Resources\system.scr
* C:\windows\system32
* notepad.scr
* proposal.scr
6. Tampilkan folder C:\Windows yang disembunyikan oleh virus dengan cara:
* Klik [Start]
* Klik [Run]
* Pada dialog box Run, ketik CMD atau Command kemudian klik tombol “OK”
* Setelah muncul layar “Command Prompt” pastikan kursor berada di root C:\ kemudian ketik perintah berikut: ATTRIB -s -h C:\Windows kemudian tekan “enter”
* (dwn/dwn)
merawat komputer
1. Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write sehingga beban kerja akan lebih ringan yg akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk. Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk DefragmenterSaat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yg berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini.
2. Aktifkan screensaver Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yg penting. Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor Anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi.Cara+ mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display > klik tab screensaver, kemudian pilih sesuai selera Anda.
3. Ventilasi yang cukup Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancar. Ventilasi yg kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapat memperpendek umur komponen tsb. Oleh karena itu usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan.
4. Pakailah UPS atau stavolt.Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yg dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.
5. Tutup / close program yg tidak berguna Setiap program yg diload atau dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yg tersita. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yg akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.
6. Install program antivirus dan update secara berkala Untuk dapat mengenali virus/trojan2 baru sebaiknya update program antivirus secara berkala. Virus yg terlanjur menyebar di komputer dapat membuat Anda menginstall ulang komputer. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk Anda akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.
7. Bersihkan Recycle Bin secara rutinSebenarnya file/folder yg kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin ini dengan maksud agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yg sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yg dapat menyebabkan pembacaan harddisk jadi lelet.Caranya jalankan Windows Explorer > klik Recycle Bin > klik File > klik Empty Recyle BinAtau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup Caranya Klik Start > Program > Accessories > System Tool > Disk Cleanup > kemudian pilih drive yg mau dibersihkan > setelah itu centangilah opsi Recycle Bin kalau perlu centangi juga yg lain (seperti temporary file, temporary internet file), setelah klik OK.
8. Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitorKarena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.
9. Uninstall atau buang program yg tidak bergunaRuang harddisk yg terlalu banyak tersita akan memperlambat proses read/write harddisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak.
10. Bersihkan motherboard & periferal lain dari debu secara berkalaSetidaknya enam bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer.
11. Pasang kabel ground. Apabila casing nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yg lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yg “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.(diambil dari berbagai sumber)
Komentar Terakhir